Sunday, March 18, 2007

Mahasiswa golongan pemikir 1


Saya suka menjadi seorang mahasiswa, kaum terperlajar dan dihormati dalam masyarakat. Mahasiswa, sebuah kata yang sangat agung, besar, menyiratkan intelektualitas dari seseorang. Tetapi tidak semua mahasiswa dapat digelar sebagai cendikiawan. Karena tidak semua mereka punya hobi berfikir. Kaum pemikir dan tepelajar adalah dua golongan yang menurut saya sangat berbeda. Kaum terpelajar hanya menimba ilmu di bangku2 kuliah dalam kampus dan itu saja. Mereka memiliki intelektualitas yang mati. Kaum pemikir terdiri dari golongan terpelajar yang menggunakan ilmu yang ia miliki disertai oleh kecakapannya dalam menggunakan akal dan ilmu itu untuk menghasilkan buah fikiran yang berguna bagi masyarakat disekitar mereka. Buah fikiran itu dapat berbentuk tulisan, program2 kemahasiswaan, journal, majalah, novel atau buku. Buah fikiran yang memiliki pengaruh yang besar bagi masyakarat disekitar mereka. Merubah cara berfikir kepada pemikiran yang lebih maju. Mengubah pola dan strategi pemberdayaan manusia disekitar mereka, yaitu komunitas kampus.

Mahasiswa salah satu element penting dalam sebuah Negara. Mereka penentu masa depan sebuang bangsa. Mahasiswa yang berfikiran kritis, dan memiliki rancangan2 strategik diperlukan dalam mengakselerasikan pengembangan dan pembangunan sumber daya manusia dari sebuah bangsa itu tadi.

Walaunpun demikian, fikiran kritis saja tidak cukup, perlu adanya keselarasan antara ilmu dan iman. Iman faktor penting dalam menjaga pemberdayan manusia itu supaya berada dalam landasan yang benar. Agama memiliki peranan penting dalam pengembangan sumber saya manusia. Tanpa ilmu agama kuat maka kaum terpelajar tidak memiliki petunjuk yang benar dalam mengeksplorasi ide dan kemampuan berfikir mereka. Sumber dari ilmu itu adalah sang Pencipta, Ia yang maha mengetahui akan sesuatu. Maka berada dalam jalannya adalah hal yang sangat tepat bagi seorang pemikir.

Sebagai seorang mahasiswa muslim haruslah memiliki sebuah ideologi. Banyak mahasiswa yang berkiblatkan ideologi2 barat. Idelogi Islam dengan berprinsipkan pada Al-Quran dan Sunnah adalah ideologi yang tepat yang perlu dipegang oleh setiap mahasiswa muslim.

To be continue........

Hati dan akal

Seakan-akan jiwa terperangkap dan terbelunggu
Diantara hati dan akal yang berseteru
Ironis sekali, hati dan akal
Saat hati dan akal saling berkata lain, berdebat, tidak seia sekata
Saat hati dan akal menginginkan sesuatu yang lain
Dan akalpun mencoba menghalang hati mendapatkan yang diinginkannya
Sangat menyedihkan, bukan?

Tidak seperti biasanya
Hati dan akal selalu seirama,
Hati dan akan selalu melengkapi
Saat akal salah melangkah, hatipun datang mengingatkannya
Dan begitu sebaliknya
Namun kali ini tidak

Hati dan akalpun mencoba menyelesaikan perseteruannya
Hati mencoba lari seperti apa yang akal inginkan
Jauh dan jauh, mencari jalan, mencari sesuatu yang lain
Mengembara, berkelana
Ketempat tempat tempat yang asing
Diisi oleh wajah –wajah yang ia tidak ia kenal
Dari satu tempat ke tempat lain
Hingga dapat melupakan apa yang ia ingin miliki

Sesekali hatipun mampu melupakan
Sesaat dan hanya sesaat sayangnya
Karena sang hati telah lelah berlari
Dan ingin berhenti berlari
Dan hatipun berhenti berlari, penat sudah
Kembali pada tempatnya semula

Masih saja hati tak dapat melupakan apa yang ia inginkan
Karena keinginan itu tidak hilang, sungguh aneh
Mungkin karena ia masih dekat, terlalu dekat
Tetapi, sang hatipun menyadari
Bahwasanya ia tidak akan pernah memiliki apa yang dia inginkan
Biarkan begini hati berkata,
Biarkanlah aku bersama waktu yang terus mengembara

Hati hanya bisa menatap dan itu saja
Lalu apa yang hati itu inginkan?
Ternyata sekeping hati yang lain
Tapi sekeping hati itu bukan untuknya
Sanyangnya.......

Thursday, March 15, 2007

Kisah anak manusia



Blog ini ditulis untuk mengisahkan kehidupanku. Telah banyak kisah- kisah yang kulalui, baik kisah yang gembira, sedih, kisah tetang persahabatan atau percintaan sekalipun. Begitulah kehidupan, pernuh warna. Kisahku telah lama bermula, dan yang pasti tak tahu bila akan berakhir. Sebuah akhir yang pasti datang.

Saat ini kau masih belajar di Mulitmedia Univeristy, Malaysia. Jauh dari kampung halaman. Ini tahun terakhirku, dan juga semester terakhir, dan apabila Allah SWT mengizinkan maka aku akan tamat pada Bulan Mei tahun ini. Perjalanan yang cukup panjang. Hampir enam tahun sedah aku di Malaysia. Tanah Perantauanku kedua setelah Australia. Mungkin karena sifat orang minang yang suka merantau ada padaku. Aku selalu ingin terbang jauh, melalang buana. Aku ingin melihat dunia disaat masih muda. Hidup cukup singkat untuk dihabiskan begitu saja. Malaysia bagiku kampung halaman kedua. persamaan budaya dan bahasa membuatku mudah untuk dekat dengan sahabat2 disini. Alhamdulillah atas karunia dari Allah SWT aku punya banyak sahabat. Sahabat2 seperjuangan, tidak hanya berjuang dalam perkuliahan tetapi lebih dari pada itu yang mana orang lain mungkin tidak mengerti apa yang kami perjuangankan. Terlalu awal berbicara tentang perjuangan disini.

Kerinduan akan kampung halaman tidak bisa ku sembunyikan. Kecintaanku pada ranah minang sangatlah besar. Tanah yang sangat indah, hamparan bukit2 dan gunung2 menjulang hijau dari utara ke selatan. Tanah MinangKabau yang dipagar Bukit barisan. Hampar sawah2 menghiasi setiap perkampungan. Udaranya yang sejuk dan nyaman. Suatu saat pastiku kembali. Memberi bakti kepada tanah tumpah darah. Kepada Ibu Pertiwi...................(Janji seorang anak bangsa)..